Rabu, 22 Juni 2011

Benda Bersejarah

  1. Masjid Agung Pondok Tinggi
    Mesjid Agung Pondok Tinggi terletak kira-kira 500 m dari jantung Kota Sungai Penuh. Mesjid ini bertama kali dibangun tahun 1874 oleh penduduk Pondok Tinggi dengan cara gotong royong. Pada masa itu bangunannya berdinding bambu dan beratap ijuk.  Pada tahun 1890 oleh masyarakat setempat dilakukan renovasi dengan mengganti dindingnya dengan kayu berukir. Keunikan mesjid adalah dibangun tanpa menggunakan paku besi tetapi dengan cara memadukan antara kayu yang satu dengan yang lainnya dan memakai pasak yang dari kayu hingga dapat berdiri dengan megah. Ornamen yang digunakan di dalam maupun di luar bangunan merupakan kombinasi antara seni ukir Persia, Roma, mesir dan Indonesia. Mesjid ini dapat menampung lebih kurang 2000 jemaah.

  2. Tabuh Larangan
    Mesjid Agung Pondok Tinggi mempunyai dua beduk besar. Yang besar disebut “Tabuh Larangan”. Beduk ini dibunyikan, apabila ada kejadian seperti kebakaran, banjir, dan lain-lain. Beduk besar ini berukuran : panjang 7,5 m, garis tengah bagian yang dipukul 1,15 m, dan bagian belakang 1, 10 m. Beduk yang kecil berada di luar mesjid dengan ukuran : panjang 4, 25 m, garis tengah yang dipukul (bagian depan 75 cm dan bagian belakang 69 cm). Beduk ini dibuat dari kayu yang sangat besar, ditarik beramai-ramai dari rimba, dan dilubangi berghotong-royong.

  3. Mesjid Raya Rawang
    Rawang pada mulanya merupakan tempat berkumpulnya Alim Ulama yang ada di sekitar daerah tersebut, untuk mempelajari dan merumuskan masalah agama (Agama Islam). Tempat yang digunakan untuk menuntut ilmu agama khususnya, yaitu Mesjid Rawang atas kesepakatan Unsur Empat Jenis. Tepat pada tanggal 22 Februari 1938, Mesjid Kuno Rawang pada akhirnya diganti dengan mesjid yang kuat dan megah, yang dikerjakan oleh arsitek dari luar daerah bernama Angku Lunak. Mesjid ini memiliki konstruksi dengan gaya paduan Eropa dan Persia, bagian dalam dengan 8 tiang utama sebagai lambang depati IV delapan Helai kain Alam Kerinci.

  4. Batu Sorban yang ada di Kecamatan Pesisir Bukit
    Batu Sorban berbentuk persegi dengan panjang 5 meter berbentuk sangat menarik dan unik. Batu megalitik ini terletak di Desa Sungai Liuk dengan jarak 4 Km dari pusat Kota Sungai Penuh. Pada abad ke-4 suku Kerinci masih menganut kepercayaan (animisme). Pada saat-saat tertentu masyarakat mengadakan ritual atau pertapaan. Konon, ditempat inilah mereka melaksanakan ritual seperti meletakkan syarat-syarat atau sesaji untuk menghormati arwah leluhur.

  5. Batu Gong
    Batu Gong Nenek Betung terletak di Desa Koto Beringin Kecamatan Kumun Debai dengan jarak 4 Km dari pusat Kota Sungai Penuh. Batu Gong ini adalah peninggalan sejarah di zaman Budha, diperkirakan pada abad ke-3 atau ke-4 Masehi. Pada dinding batu ini terdapat motif yang bergambar / berbentuk gong, gambar binatang, jari tangan dan gambar manusia, hal ini memberi makna bahwa di tempat ini telah ada manusia dalam kegiatan ritual dari pemeluk kepercayaan, animisme. Benda ini sangat baik untuk diteliti lebih lanjut. Batu Gong ini mirip dengan batu yang dijumpai di daerah hilir Kecamatan Gunung Raya Kabupaten Kerinci dengan rupa dan bentuk maupun letak posisidi tanah serta ukuran panjang yang diperkirakan sama.

  6. Kuburan Nenek Siak Lengih
    Makam Nenek Siak Lengih terletak di Desa Pelayang Raya dengan jarak ± 600 meter dari pusat kota. Objek ini memiliki luas ± 300 meter. Tambo Kerinci kuno menguraikan sekelumit sejarah Nenek Siak Lengih. Beliau bisa dikatakan sesosok wali, yang mempunyai (gelar) yang cukup banyak yaitu : Syekh Samilullah, Makhmudin Sati, Tuanku Siak Belindung, Malin sabiyatullah, beliau maupun keturunannya banyak menyebarkan agama islam ke seluruh Pulau Sumatera.  Akan tetapi tempat ini sekarang dianggap keramat oleh sebagian orang. Tidak sedikit orang yang datang ke tempat ini untuk berbagai maksud dengan membawa sesajian, seperti ; ada segelintir orang yang berharap mendapat ilham dan rezeki dari arwah para leluhur (nenek).

  7. Rumah Larik
    Rumah Larik (Laheik) / rumah panjang yang merupakan tempat tinggal orang Kerinci pada zaman dahulu. Salah satunya yang masih ada sampai sekarang yaitu Rumah larik Iun Rio Jayo, yang terletak di Kecamatan Sungai Penuh, berjarak ± 600 meter dari pusat kota. Dinding depan dan tiang rumah berukiran berelief flora berbentuk Selampit Simpai Pilin Berganda. Ukiran tersebut menggambarkan ke arah abstrak, tidak ada awal maupun ujungnya, bermakna mengarah pada sifat Tuhan Yang Maha Esa, artinya Tuhan itu tidak ada awal maupun akhirnya yaitu Esa (satu). Makna berikutnya Selampit Simpai menggambarkan bahwa suatu ikatan persaudaraan yang sangat erat di antara keluarga, karib kerabat, kalbu, pintu, dan tumbi yang tak pernah putus.  Rumah larik yang posisinya memanjang lurus menghadap ke timur dan barat sepanjang 100 meter atau lebih dan tiap-tiap sambungan tiang tidak memakai palu hanya pasak yang terbuat dari bambu betung yang sangat tua. Menurut pendapat orang-orang tua dahulu, posisi bangunan memanjang antara timur dan barat agar terhindar dari bencana gempa dengan getaran bergelombang pada posisi peremukaan tanah antara timur dan barat sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun robohnya bangunan. Ornamen Rumah Larik ini sangat baik untuk diteliti.

Seni dan Budaya

Tari iyo-iyo dari Kecamatan Sungai Penuh

Tarian ini merupakan tarian massal yang dilaksanakan pada saat kenduri sko (Pusaka) pengangkatan / pemberian gelar adat (Rio, Depati, Mangku, datuk, dsb) kepada anak jantan yang dipilih oleh anak Batino dari suatu suku / pintu / luhah. Di samping itu, tarian ini juga dipertunjukkan pada saat setelah panen raya padi di sawah atau penyambutan tamu agung negeri yang berkunjung ke Kota Sungai Penuh . Tari Iyo-iyo dibawakan oleh anak batino (perempuan) dengan gerakan yang sangat gemulai diiringi dengan tale (lagu) dan bunyi gong. Pembukaan Tari Iyo-iyo diawali dengan atraksi pencak silat yang disaksikan oleh sesepuh / tetua adat serta para undangan lainnya. Tarian ini dilaksanakan anak negeri sebagai ucapan kegembiraan atas pengangkatan pemimpin adat mereka.

Tari Rangguk dari Kecamatan Kumun Debai

Tari ini merupakan tari spesifik Kota Sungai Penuh yang populer. Tarian ini dibawakan oleh beberapa orang gadis remaja sambil memukul rebana kecil, yang diiringi dengan nyanyian sambil mengangguk-anggukan kepala seakan memberi hormat. Tari rangguk dilakukan pada acara tertentu seperti pada saat menerima kedatangan Depati, Tamu dan para pembesar dari luar daerah.

Tari Rentak Kudo dari Kecamatan Hamparan Rawang

Tarian ini berasal dari Hamparan Besar Tanah Rawang yang pada zaman dahulu hanya ditampilkan pada acara-acara kebesaran tertentu saja dan berbau mejik. Gerak langkahnya didasari dengan gerak langkah silat yang diiringi oleh musik perkusi (gendang), botol, serta benda lainnya yang dipukul yang dapat menghasilkan bunyi yang bertalu-talu dengan alunan musik yang berirama gembira, bertujuan untuk menghidupkan gerakan tari yang sedang dilakukan sehingga lebih asyik. Daya tarik ini mampu memikat penonton untuk ikut serta menari dan berdendang. Tari ini digelar hampir di setiap perayaan atau Kenduri Sko yang ada di Kota Sungai Penuh. Ntak kudo mulai berkembang diperkirakan pada tahun 1970, sebelumnya tari Ntak Kudo ditarikan oleh anak-anak yang belajar silat tradisional di hamparan rawang bagian tengah dengan nama Tari Sbuk Tanguo (sapu tangan) dengan gerakan khusus pencak silat langkah tiga.

Tari Ambung Gilo dari Dusun Baru Kota Sungai Penuh


Kesenian Suling Bambu

Kesenian suling bambu adalah musik tradisional khas Kota Sungai Penuh dan Kerinci, dimana alat-alat musiknya masih tradisional yaitu berupa suling, tambur, gendang dan gong. Biasanya dimainkan oleh sekelompok orang dan memainkan lagu-lagu kerinci.

Sike Rebana

Sike Berasal dari kata Zikir. Zikir mengingatkan kita kepada Allah SWT. Sedangkan Rebana adalah alat musik yang digunakan untuk mengiringi syair-syair pujian kepada Allah, sehingga masyarakat Sungai Penuh menyebutnya Sike Rebana. Sike Rebana ini ditampilkan secara massal (grup) dengan mengenakan pakaian muslim.

Kenduri Sko

Kenduri Sko adalah upacara pemberian gelar adat kepada seseorang yang pantas diberi gelar adat.

Pariwisata

  1. Bukit Khayangan Dan Bukit Semancik

    Taman Bukit Khayangan dan Bukit Semancik merupakan tempat memandang panorama alam, dimana kita dapat memandang dari ketinggian dengan melihat Kota Sungai Penuh, Danau Kerinci, Gunung Kerinci, hamparan sawah yang membentang dan desa-desa tempat tinggal penduduk tertata di sepanjang pinggiran bukit hijau. Di Taman Bukit Khayangan kita dapat pula mendengar suara -suara siamang dan kicauan burung yang saling bersahutan pada pagi hari dan sore hari.

    Pada saat ini Taman Bukit Khayangan telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas antara lain:
    1. Gazebo tempat memandang 1 (satu buah)
    2. Saung 2 (dua) buah
    3. Tempat peristirahatan yang dilengkapi dengan W.C Umum 1 (satu) buah
    4. Areal perparkiran untuk kendaraan roda 2 (dua) dan roda 4 (empat)

  2. Bukit Sentiong
    Objek wisata Bukit Sentiong adalah merupakan tempat memandang dari ketinggian Kota Sungai Penuh diwaktu sore dan malam hari dimana dapat terlihat seluruh Kota Sungai Penuh dan hamparan sawah yang terbentang luas. Bukit Sentiong terletak di Pusat Kota Sungai Penuh dan mempunyai areal yang cukup luas digunakan sebagai tempat bersantai, pada sore dan malam hari di kaki Bukit Sentiong telah ramai dikunjungi oleh wisatawan terutama wisatawan lokal.
    Bukit Sentiong sangat berpotensi untuk dapat dikembangkan, karena letaknya dipinggir Kota Sungai Penuh dan dapat dengan mudah dijangkau. Bukit Sentiong kalau di olah dengan baik dapat dijadikan tempat Wisata yang indah, lokasi permainan anak-anak dan tempat mencicipi masakan Khas Kota Sungai Penuh ( Kerinci) dan pusat jajanan lainnya.
  3. Water Park
    Kota Sungai Penuh saat ini mempunyai luas wilayah 39.150 ha dan penduduk sebanyak 87.804 jiwa yang tersebar pada 5 (lima) kecamatan. Kota Sungai Penuh sangat berpotensi untuk dapat berkembang menjadi daerah tujuan wisata di Provinsi Jambi, lantaran pesona alamnya yang indah dan berhawa sejuk dan merupakan daerah perbukitan dengan mempunyai suhu berkisar antara 18 derajat C - 26 derajat C dan mempunyai banyak sumber mata air, sehingga daerah ini sangat cocok untuk dibangun tempat pemandian yang dilengkapi dengan Water Park
    Seperti kita ketahui bahwa Kota Sungai Penuh mempunyai banyak sumber mata air sehingga sangat cocok untuk membangun kolam renang yang dilengkapi Water Park. Dewasa ini sudah banyak masyarakat yang menyenangi oleh raga renang, baik itu anak-anak hingga orang dewasa. Perlu diketahui bahwa Kota Sungai Penuh saat ini hanya mempunyai 2 (dua) buah kolam renang dan tidak dilengkapi dengan Water Park, sehingga hal ini memungkin dibuatnya satu buah kolam renang yang standar dan dilengkapi Water Park.
  4. Pembangunan Pasar Tradisional Pariwisat
    Kota Sungai Penuh adalah salah satu Kota Otonomi yang ada di Propinsi Jambi yang terletak di pegunungan dan mempunyai luas 39.150 ha, dimana 23.177,6 ha adalah kawasan Taman Nasional Kerici Seblat (TNKS) dan selebihnya merupakan kawasan pemukiman dan lahan budi daya.
    Kota Sungai Penuh memiliki banyak potensi wisata, terutama objek wisata alam dan budaya yang dikenal memiliki panorama yang indah dan berudara sejuk.
    Kota Sungai Penuh mempunyai kekayaan alam dan panoramanya yang eksotis, kekayaan flora dan fauna, tradisi seni budaya yang masih mengakar pada aslinya serta peninggalan sejarah arkeologi yang sudah tua, ini merupakan potensi objek wisata yang dapat menarik kunjungan wisatawan. Dengan memanfaatkan Potensi alam dan kekayaan hutan serta seni budaya yang beragam maka hal ini akan menjadi suatu daya tarik tersendiri bagi pembangunan Kota Sungai Penuh. Seperti diketahui bahwa Kota Sungai Penuh merupakan kota yang sektor PAD nya mayoritas berasal dari sektor jasa.
    Melihat hal tersebut di atas maka Kota Sungai Penuh berpotensi untuk dibangun Pasar Tradisional Pariwisata, yang mana pasar ini khusus untuk tempat menjual barang-barang cenderamata yang berasal dari homeindustri atau industri kecil yang ada di dalam Kota Sungai Penuh. Dalam pembangunan Pasar Tradisional Pariwisata ini, Kota Sungai Penuh mempunyai potensi. Adapun, antara lain :
    1. Tersedianya bahan-bahan untuk membuat barang cenderamata
    2. Tersedianya para pengrajin cenderamata yang andal
    3. Tersedianya usaha-usaha homeindustri di dalam Kota Sungai Penuh
    4. Tersedianya sumber daya alam

  5. Objek Wisata Bukit Tapan

    Objek Wisata Bukit Tapan mempunyai pemandangan yang sangat indah dengan udara yang sejuk. Potensi Investasi :
    1. Menciptakan tempat wisata yang nyaman
    2. Letak strategis kerena terdapat perbukitan dan pepohonan yang rindang
    3. Infratruktur cukup baik dapat dilalui kendaran roda dua maupun roda empat
  6. Taman Bunga Puti Senang

    Taman Bunga Puti Senang terletak tidak jauh dari perkotaan dapat dijangkau dengan kendaran roda dua maupun roda empat dengan pemandangan yang dihiasi bemacam bentuk jenis-jenis bunga.

Geografi

LETAK GEOGRAFIS :
Letak Geografis Kota Sungai Penuh antara 1010 14' 32'' BT sampai dengan 1010 27' 31'' BT dan 020 01' 40'' LS sampai dengan 020 14' 54'' LS. Dengan luas keseluruhan 39.150 ha, yang terdiri dari TNKS seluas 23.177,6 ha (59,2%) dan lahan hunian budidaya seluas 15.972,4 ha (40,8%) dan dengan jumlah penduduk 87.804 jiwa.

d

GAMBARAN UMUM :
Kota Sungai Penuh memiliki luas keseluruhan  39.150 Ha, yang terdiri dari TNKS seluas  23.177,6 Ha (59,2 %) dan lahan Hunian/ budidaya seluas 15.972,4 Ha (40,8%)
Jumlah penduduk : 79.991 jiwa
Terdiri dari 5 Kecamatan :
  1. Kecamatan Sungaipenuh
  2. Kecamatan Hamparan Rawang
  3. Kecamatan Pesisir Bukit
  4. Kecamatan Kumun Debai
  5. Kecamatan Tanah Kampung

LUAS WILAYAH DAN JUMLAH PENDUDUK PER KECAMATAN
d
Berdasarkan UU No. 25 Tahun 2008 batas wilayah Kota Sungai Penuh sebagai Berikut :
  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Depati Tujuh Kabupaten Kerinci.
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Sitinjau Laut, dan Kecamatan Keliling Danau Kabupaten Kerinci.
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Pesisir dan Kab. Mukomuko.
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Air Hangat Timur
Tofografi Kota Sungai Penuh Berada Pada dataran tinggi berbukit-bukit dan di kelilingi Bukit barisan dan hutan lebat dengan ketingian 100 - 1000 m dpl menyebabkan Kota Sungai Penuh memiliki iklim yang sejuk dan nyaman.
Kondisi Geografi Kota Sungai Penuh :
  1. Keadaan Iklim (rata-rata)
    1. Curah Hujan harian rata-rata dalam satu tahun 49,4 - 169,2 mm/th, Sumber data dari Bandara
    2. Kecepatan Angin rata-rata dalam satu tahun 13 m/detik, Sumber data dari Bandara
    3. Kelembapan Udara harian rata-rata dalam satu tahun 39 % Sumber data dari Bandara
    4. Suhu harian rata-rata dalam satu tahun 17,2 29,3 0C Sumber data dari Bandara
  2. Topografi
    1. Ratarata ketinggian di atas permukaan laut < 813 Mdpi Sumber data dari BPS
    2. Luas kemiringan lahan
      1. Luas dataran datar dengan kemiringan antara (0 20) 6.300 Ha Sumber data dari BPS
      2. Luas daratan yang bergelombang dengan kemiringan antara (5 150) 1.295 Ha Sumber data dari BPS
      3. Luas daratan curam yang bergelombang dengan kemiringan antara (16 400) 4.345 Ha Sumber data dari BPS
      4. Luas daratan sangat curam yang bergelombang dengan kemiringan antara (>400) 1.295 Ha Sumber data dari BPS
  3. Wilayah
    Kota Sungai Penuh memiliki luas daratan dengan spesifikasi (sawah, non sawah dan hutan) dengan luas keseluruhan 39.150 Ha Sumber data dari BPS
  4. Penggunaan Lahan
    1. Lahan Non Sawah
      1. Luas lahan non sawah yang belum atau tidak diusahakan 8.772 Ha Sumber data dari DPPK
      2. Luas lahan kolam air tawar 12,70 Ha Sumber data dari DPPK
      3. Luas lahan ladang dan tegalan 2.157 Ha Sumber data dari DPPK
      4. Luas lahan padang rumput alami 2.129 Ha Sumber data dari DPPK
      5. Luas lahan untuk keperluan perkebunan 4.966 Ha Sumber data dari DPPK
      6. Luas lahan untuk permukiman penduduk 1.344 Ha Sumber data dari DPPK
    2. Lahan Persawahan
      1. Luas lahan sawah rawa atau payou 900 Ha Sumber data dari DPPK
      2. Luas lahan sawah yang tadah hujan 2.380 Ha Sumber data dari DPPK
      3. Luas lahan sawah irigasi teknis 459 Ha Sumber data dari DPPK
    3. Lahan Hutan
      1. Luas lahan hutan lindung 23.177,6 Ha Sumber data dari DPPK
      2. Luas lahan hutan produksi terbatas 1.825 Haa Sumber data dari DPPK
      3. Luas lahan hutan rakyat 575 Ha Sumber data dari DPPK

Arti Lambang


Figura
Diambil dari bentuk atap rumah adat Kota Sungai Penuh.

Pintu Mesjid berjumlah 8 (delapan) buah
Tanggal terbentuknya Kota Sungai Penuh yaitu tangal 8 (delapan). Pucuk Larangan atau Undang yang delapan.

Garis-garis yang melingkari Gong adalah Gema Gong berjumlah 11 (sebelas) garis
Tanggal terbentuknya Kota Sungai Penuh yaitu tangal 8 (delapan). Pucuk Larangan atau Undang yang delapan.

Padi dan Kapas (Padi = 20 Butir,Kapas = 8 Buah)
Cita-cita Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk mewujudkan Kondisi Masyarakat yang makmur sejahtera dalam sandang dan pangan. Padi 20 Butir dan Kapas 8 buah adalah tahun terbentuknya Kota Sungai Penuh yaitu Tahun 2008.

Gong
Kekuatan Kebudayaan dan adat istiadat Kota Sungai Penuh. Mempertahankan Kedaulatan Daerah. Penyampaian pesan dari bathin kepada masyarakat. Bermusyawarah untuk mufakat.

Mesjid Agung Pondok Tinggi
Kota Sungai Penuh
Mesjid Agung Kota Sungai Penuh   adalah ikon Kota Sungai Penuh yang menyimpan sejarah (Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Cagar Budaya) dan merupakan kebanggan masyarakat Kota Sungai Penuh dengan atap bertumpang 3 (tiga), berkaitan dengan 3 (tiga) filosofi hidup yang dijalankan sehari-hari, yaitu :
  1. berpucuk satu, melambangkan bahwa masyarakat Kota Sungai Penuh beriman  kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  2. berjurai empat, melambangkan Kaum 4 jenis bersatu (Ulama, Adat, Cendikiawan dan Pemuda) dalam pembangunan Kota Sungai Penuh;
  3. bertumpang tiga, adalah melambangkan keteguhan masyarakat dalam menjaga 3 pusaka yang telah diwariskan secara turun temurun yaitu pusaka Teganai, pusaka Ninik Mamak dan pusaka Depati.

Bintang Bersudut Lima
Kesetiaan Masyarakat Kota Sungai Penuh pada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berazaskan Pancasila

Keris
Sebagai Pusaka Suci peninggalan Depati-Depati yang melambang kan perjuangan rakyat Kota Sungai Penuh. Simbol dari menjunjung tinggi adat istiadat

Bunga Melati Air
Adalah stempel/cap yang tertera pada piagam/surat kuno baik yang berasal dari Jambi maupun Sumatera Barat masih banyak tersimpan pada tokoh-tokoh adat Kota Sungai Penuh. Ini bermakna secara kekerabatan Kota Sungai Penuh memiliki hubungan dengan Sumatera Barat, sedangkan dengan Jambi merupakan hubungan administrasi Pemerintahan yaitu Kota Sungai Penuh merupakan salah satu Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Jambi.

Tulisan Incung
Tulisan Incung Kuno yang terdapat hampir disetiap benda Pusaka Kota Sungai Penuh, tulisan ini telah digabungkan dan terbentuklah tulisan incung yang  artinya "SAHALUN SUHAK SALATUH BDEI". Ini berarti pula bahwa masyarakat Kota Sungai dari dulu sudah bisa menulis/membaca dan mempunyai SDM yang baik untuk berkomunikasi/bermasyarakat serta melakukan kegaiatan lain dalam kehidupan sehari-hari.

Sahalun Suhak Salatuh Bdei
Merupakan semboyan yang memperlihatkan kekompakan dan selalu bermusyawarah  untuk bermufakat dalam setiap pengambilan keputusan dengan satu kata dan perbuatan.

Latar belakang Perbukitan dan Hamparan Sawah

Sebagian dari wilayah Kota Sungai Penuh merupakan perbukitan yang kaya akan potensi wisata alam. Hamparan lahan subur/ persawahan.Topografi perbukitan dan hamparan merupakan potensi sekaligus bentuk bentang alam Kota Sungai Penuh.Sungai Penuh ditetapkan sebagai Ibukota Kerinci berdasarkan besluit Pemerintah Belanda Nomor 13 Tahun 1909 tanggal 3 November 1909 (STB Nomor 523).

Gambar Ukiran Keluk Paku
Kacang Belimbing

Masyarakat Kota Sungai Penuh dalam menuntut ilmu tidak ada henti-hentinya seperti keluk paku dan akar kacang belimbing yang tidak bertemu ujung dan pangkalnya, menjalar terus menerus.

Visi Misi

Visi

Mewujudkan Sungai Penuh menjadi " KOTA PUSAKA "


Pusat Perdagangan, Jasa, Pendidikan, Kebudayaan dan Pariwisata


MISI

  1. Perwujudan pelaksanaan tata pemerintahan yang baik.
  2. Peningkatan kualitas pelayanan pendidikan, pemuda, olah raga, kehidupan beragama dan kesehatan masyarakat.
  3. Peningkatan kualitas sarana dan prasarana dasar infrastruktur
  4. Pengembangan sektor  pertanian, perdagangan, industri  dan jasa yang berdaya saing dan berorientasi pasar.
  5. Penggalian dan pengembangan  objek dan jasa pariwisata.
  6. Pengembangan sektor ekonomi dengan mengikutsertakan masyarakat, swasta dan koperasi,  serta usaha mikro,  kecil  dan menengah (UMKM).
  7. Peningkatan kemampuan keuangan daerah dengan menggali, mengembangkan dan mengelola sumber-sumber pendapatan daerah dan kekayaan daerah secara profesional dan proporsional.
  8. Peningkatan  konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam dan  lingkungan hidup
  9. Peningkatan keamanan, ketertiban masyarakat dan penegakan supremasi hukum

Sejarah Singkat Kota Sungai Penuh

Kronologis Pembentukan Kota Sungai Penuh

  1. Keputusan Pemerintah Kerajaan Belanda (Government Besluit) Nomor 13 tanggal 3 Nopember 1909, Sungai Penuh ditunjuk sebagai Ibukota.
  2. Aspirasi masyarakat membentuk Kota Sungai Penuh sejak  Tahun 1970-an.
  3. Perkembangan Kota Sungai Penuh tidak efektif dikelola hanya oleh Pemerintah Kecamatan
  4. Kota Sungai Penuh merupakan kota terpadat kedua di Propinsi Jambi setelah Kota Jambi.
  5. PP Nomor 129 tahun 2000 tentang persyaratan pembentukan dan kriteria pemekaran, penghapusan dan penggabungan daerah
  6. Untuk peningkatan pelayanan publik dan percepatan pembangunan.
  7. Hasil penelitian oleh Prof. Dr. Sadu Wasistiono,MS (Pasca Sarjana IPDN)  tahun 2005 yang menyatakan bahwa Kabupaten Kerinci layak untuk dimekarkan

Wisata Alam Sungai Penuh

1. Batu Gong Nenek Betung 
       Terletak di Desa Koto Beringin Kecamatan Kumun Debai dengan jarak 4 Km dari pusat Kota Sungai Penuh. Batu Gong ini adalah peninggalan sejarah di zaman Budha, diperkirakan pada abad ke-3 atau ke-4 Masehi. Pada dinding batu ini terdapat motif yang bergambar / berbentuk gong, gambar binatang, jari tangan dan gambar manusia, hal ini memberi makna bahwa di tempat ini telah ada manusia dalam kegiatan ritual dari pemeluk kepercayaan, animisme. Benda ini sangat baik untuk diteliti lebih lanjut. Batu Gong ini mirip dengan batu yang dijumpai di daerah hilir Kecamatan Gunung Raya Kabupaten Kerinci dengan rupa dan bentuk maupun letak posisi di tanah serta ukuran panjang yang diperkirakan sama.


2. Mesjid Agung Pondok Tinggi 
       Terletak kira-kira 500 m dari jantung Kota Sungai Penuh. Mesjid ini bertama kali dibangun tahun 1874 oleh penduduk Pondok Tinggi dengan cara gotong royong. Pada masa itu bangunannya berdinding bambu dan beratap ijuk. Pada tahun 1890 oleh masyarakat setempat dilakukan renovasi dengan mengganti dindingnya dengan kayu berukir. Keunikan mesjid adalah dibangun tanpa menggunakan paku besi tetapi dengan cara memadukan antara kayu yang satu dengan yang lainnya dan memakai pasak yang dari kayu hingga dapat berdiri dengan megah. Ornamen yang digunakan di dalam maupun di luar bangunan merupakan kombinasi antara seni ukir Persia, Roma, mesir dan Indonesia. Mesjid ini dapat menampung lebih kurang 2000 jemaah.

 
3. Batu Sorban 
       Berbentuk persegi dengan panjang 5 meter berbentuk sangat menarik dan unik. Batu megalitik ini terletak di Desa Sungai Liuk dengan jarak 4 Km dari pusat Kota Sungai Penuh. Pada abad ke-4 suku Kerinci masih menganut kepercayaan (animisme). Pada saat-saat tertentu masyarakat mengadakan ritual atau pertapaan. Konon, ditempat inilah mereka melaksanakan ritual seperti meletakkan syarat-syarat atau sesaji untuk menghormati arwah leluhur.


4. Bukit Khayangan dan Bukit Semancik 
       Terletak di puncak bukit. Dari tempat tersebut kita dapat   memandang panorama alam Kota Sungai Penuh. Dimana kita dapat memandang Kota Sungai Penuh, Danau Kerinci, Gunung Kerinci, hamparan sawah yang membentang dan desa-desa tempat tinggal penduduk tertata di sepanjang pinggiran bukit hijau. Juga bisa di fungsikan sebagai lokasi olahraga terbang layang. Di Taman Bukit Khayangan kita dapat pula mendengar suara -suara siamang dan kicauan burung yang saling bersahutan pada pagi hari dan sore hari.



5. Taman Bunga Puti Senang 
       Memiliki berbagai jenis bunga yang dikembangkan dari bunga alam yang sebagian besar berasal dari Kota Sungai Penuh dan daerah sekitarnya (Kabupaten Kerinci). Keindahannya akan terlihat di saat bunga-bunga tersebut mulai mekar atau bersemi dan kesejukan udara menambah daya tari keindahan objek ini. Di sepanjang jalan setapak menuju tempat peristirahatan di objek ini, dihiasi oleh berbagai macam bentuk bunga. Wisatawan juga dapat melihat pemandangan dari kejauhan, ladang masyarakat, dan bukit-bukit yang membentang, menghijau terlihat sungguh indah. Di Taman Bunga Puti Senang ini juga terdapat kolam renang yang sangat cocok untuk dijadikan tempat membina bakat olah raga (renang).